IMPAKSI, GIGI GERAHAM KETIGA PALING BELAKANG TUMBUH MIRING. APAKAH PERLU DICABUT?

IMPAKSI, GIGI GERAHAM KETIGA PALING BELAKANG TUMBUH MIRING. APAKAH PERLU DICABUT?

Pada umumnya, manusia memiliki 32 gigi yang terdiri dari 16 gigi di rahang atas dan 16 gigi di rahang bawah. 16 gigi tersebut dibagi menjadi 4 gigi seri, 2 gigi taring, dan 10 gigi geraham (4 geraham depan dan 6 geraham belakang). Geraham paling belakang sering juga disebut dengan geraham bungsu. Geraham bungsu muncul pada usia 17-25 tahun. Bagi sebagian orang, gigi geraham bungsu hanya muncul sebagian, bahkan ada juga yang tidak muncul sama sekali. Hal ini bisa terjadi karena tiga alasan. Alasan pertama adalah karena tidak adanya benih gigi dari gigi geraham bungsu. Alasan kedua adalah gigi tersebut memang ada benih, namun karena tidak ada ruang pada rahang, gigi tersebut terbenam seluruhnya di dalam gusi dan tulang. Pada kasus seperti ini, gigi geraham dapat dilihat dengan menggunakan pemeriksaan penunjang berupa radiografi dental. Alasan ketiga adalah gigi tersebut memiliki sedikit ruang pada rahang sehingga hanya muncul sebagian.

Gigi geraham bungsu yang memiliki benih jika tumbuh seluruhnya pada rahang tentu saja tidak akan menimbulkan masalah. Namun, bila gigi tersebut hanya tumbuh sebagian ataupun tidak tumbuh sama sekali, hal tersebut akan menimbulkan masalah jika dibiarkan terus-menerus. Gigi yang memiliki benih dan muncul sebagian/tidak sama sekali disebut dengan gigi impaksi. Beberapa masalah yang dapat ditimbulkan adalah:

  • Bengkak pada gusi
  • Adanya rasa sakit yang dapat menjalar sampai ke kepala
  • Infeksi
  • Gangguan pada gigi geraham sebelahnya
  • Lubang pada gigi geraham bungsu
  • Munculnya kista atau tumor

Gigi geraham bungsu merupakan gigi yang fungsinya tidak terlalu dibutuhkan. Maksudnya adalah apabila gigi tersebut tumbuh dengan sempurna dan tidak menimbulkan masalah, gigi tersebut dapat dipergunakan sebagaimana gigi pada umumnya berfungsi. Namun, apabila gigi tersebut merupakan gigi impaksi, gigi tersebut harus dicabut demi menghindari masalah yang akan terjadi.

Beberapa kasus pencabutan pada gigi geraham bungsu tidak dapat dilakukan dengan pencabutan seperti pada umumnya. Diperlukan operasi kecil untuk mengambil gigi terbenam tersebut. Operasi ini umum dikenal dengan sebutan odontektomi. Operasi ini tidak memerlukan bius umum, kecuali jika memang adanya kompromi medis yang memerlukan bius umum. Perbedaan dengan pencabutan biasa adalah diperlukan teknik pembukaan flap, pembelahan gigi geraham bungsu, ataupun pemotongan sebagian tulang pada operasi ini untuk mengambil gigi geraham bungsu tersebut. Hal ini tentu saja harus dilakukan oleh dokter gigi yang telah memiliki keterampilan dan harus sesuai dengan keahlian yang ada pada dokter gigi tersebut. Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan aman dan sesuai dengan prosedur, serta tidak membahayakan keselamatan pasien.

Proses Pemutihan Gigi dengan Cara Bleaching Gigi

Proses Pemutihan Gigi dengan Cara Bleaching Gigi

Akibat makanan dan minuman yang dikonsumsi gigi bisa mengalami perubahan warna. Gigi bisa berubah menjadi kuning sehingga menjadi agak gelap. Bagi sebagian orang, perubahan warna ini menjadi suatu masalah tersendiri. Gigi yang tidak nampak putih dapat mengurangi rasa percaya diri di hadapan orang lain. Oleh sebab itu, banyak orang yang giginya nampak berwarna kuning kemudian melakukan bleaching gigi.
Bleaching gigi ini, merupakan salah satu alternatif yang dilakukan sebagai cara memutihkan gigi serta membersihkannya dan membuat warnanya kembali menjadi putih dan cerah. Meskipun dapat membuat warna gigi menjadi putih dan cerah, penggunaan bleaching gigi bukan tanpa resiko dan efek samping. Selain itu harga perawatan yang cukup mahal harus dipertimbangkan juga sebelum memilih bleaching gigi sebagai cara untuh memutihkan gigi. Untuk itu simak beberapa informasi terkait dengan bleaching gigi berikut ini:
 
PENGERTIAN
Bleaching adalah semacam teknik untuk melakukan pemutihan. Bila bleaching dilakukan pada gigi atau disebut bleaching gigi, maka artinya adalah proses atau teknik untuk melakukan pemutihan pada gigi. Proses bleaching dilakukan dengan menggunakan bahan tertentu agar warna gigi menjadi lebih putih dan cerah. Pemutihan ini dilakukan pada bagian email gigi dan dilakukan dengan memberi hidrogen peroksida sebagai bahan kimia untuk memutihkan email gigi.
Proses bleaching biasanya membutuhkan waktu tidak hanya sekali. Melainkan bisa beberapa kali kunjungan ke dokter gigi kecantikan. Hal ini untuk memastikan agar proses bleaching benar-benar dapat menghasilkan warna putih sesuai yang diinginkan. Selain itu untuk mengcontrol efek samping yang sering menyertai proses pem-bleaching-an gigi.

MEKANISME BLEACHING GIGI
Terdapat 2 jenis metode atau prosedur untuk melakukan bleaching pada gigi. Metode atau jenis yang dipilih disesuaikan dengan jenis gigi yang akan di bleaching. Masing-masing metode memiliki ukuran waktu bleaching yang berbeda.

  • Bleaching intra korona ( bleaching yang dilakukan pada gigi non vital)

Bleaching jenis ini dilakukan pada gigi yang berubah warna namun tidak pada keseluruhan gigi yang bersifat global. Perubahan warna karena kerusakan gigi seperti gigi yang mati akibat patah, proses karies gigi, kematian jaringan pulpa, diselesaikan dengan metode ini.
Untuk melakukan bleaching jenis ini, pertama-tama gigi yang sudah rusak dilakukan perawatan terlebih dahulu. Khususnya perawatan pada saluran akar (perawatan endodontik). Selanjutnya bahan bleaching yakni superoksol (hidrogen peroksida 30-35%) dan sodium perborat akan dimasukkan ke dalam mahkota gigi. Kemudian mahkota akan ditambal sementara. Dibutuhkan beberapa kali perawatan untuk mendapatkan warna gigi putih kembali.

  • Bleaching pada gigi vital (gigi yang masih hidup)

Ini merupakan jenis bleaching yang biasa dilakukan pada gigi normal. Untuk bleaching pada gigi vital ini masih terbagi lagi menjadi 2 bentuk.

  1. At Home Bleaching

Metode at home bleaching dilakukan sendiri di rumah. Umumnya menggunakan tray, point-on atau strip. Namun yang paling memberikan hasil sesuai keinginan adalah yang menggunakan tray, sehingga tray lebih banyak dipilih untuk metode jenis ini.
Untuk melakukannya pertama-tama dilakukan pencetakan tray untuk menyesuaikan dengan bentuk gigi dan rahang pasien. Warna gigi pasien akan dicatat untuk mengcontrol perubahan warna nantinya selama proses bleaching berlangsung. Penggunaan tray dimaksudkan agar bahan bleaching bisa terfokus hanya mengenai gigi saja tanpa mengenai jaringan lunak seperti gusi dan sekitarnya).
Apabila tray sudah tercetak maka penggunaan dan perawatannya tinggal memasang bahan bleaching pada tray, kemudian tray ini tinggal dipasang di gigi. Waktu perawatan sekitar 2-8 jam per hari tergantung dari bahan bleaching yang digunakan. Keseluruhan waktu total yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil gigi putih biasanya bervariasi. Namun rata-rata bisa mencapi sekitar 2 minggu. Pasien hanya harus rutin mengganti bahan bleaching pada tray setiap harinya, dan mengcontrol proses perubahan warna giginya tiap hari.

  1. In Office Bleaching

In office bleaching untuk perawatannya ditangani langsung oleh dokter. Metode ini paling cocok bila menginginkan hasil yang cepat. Namun secara biaya lebih mahal. Untuk melakukannya digunakan bahan hidrogen peroksida 35% yang biasa dibantu dengan penyinaran atau dengan bantuan sinar laser.
Jenis hidrogen peroksida ini lebih aktif dan efektif daripada bahan karbamid peroksida yang biasa digunakan untuk jenis in home bleaching. Namun penggunaannya harus ditangani langsung oleh dokter gigi karena sensitifitasnya bisa menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.
Adanya bantuan penyinaran atau laser membuat proses oksidasi menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu proses penyelesaian bleaching dengan cara ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dalam perawatannya. Sehingga hasil bleaching gigi bisa dirasakan secara langsung.