GIGI PALSU PENTING SETELAH CABUT GIGI

GIGI PALSU PENTING SETELAH CABUT GIGI

Gigi memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia yakni dalam hal estetis, pengunyahan (mastikasi) serta fungsi bicara (fonasi). Kehilangan gigi sebagian atau seluruhnya mengakibatkan berkurang atau hilangnya fungsi gigi serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi individu tersebut.

Oleh karena itu, kehilangan gigi sebaiknya segera digantikan dengan gigi tiruan. Bila tidak dibuatkan gigi tiruan dalam waktu lama, maka kondisi kehilangan gigi dapat mengakibatkan penurunan efisiensi pengunyahan, gangguan fungsi bicara, penampilan menjadi kurang estetis, drifting dan tilting yaitu bergeraknya gigi tetangga ke daerah yang tak bergigi dan terbentuk ruang yang memudahkan terselipnya makanan, erupsi gigi yang berlebih, ketidaksesuaian oklusi gigi, serta gangguan pada sendi temporomandibular yang merupakan sendi utama dalam proses pengunyahan.

Gigi tiruan atau sering dikenal dengan sebutan “gigi palsu” berguna untuk menghindari kondisi-kondisi yang semakin memburuk akibat kehilangan gigi serta mengembalikan fungsi gigi yang hilang. Dalam dunia kedokteran gigi ada beberapa jenis gigi tiruan yang masing-masing jenis tersebut mempunyai peran menggantikan fungsi gigi dengan kondisi kehilangan gigi yang berbeda.

Secara umum, paling tidak dikenal tiga jenis gigi tiruan yakni, gigi tiruan cekat, gigi tiruan sebagian lepasan, dan gigi tiruan lengkap.

 

Gigi Tiruan Cekat

Gigi tiruan cekat adalah gigi tiruan yang tidak dapat dilepas-pasang sendiri oleh pasien secara langsung, karena dilekatkan secara permanen pada gigi asli atau akar gigi yang merupakan pendukung utama dari gigi tiruan tersebut tersebut.

Kondisi seseorang yang dapat menggunakan gigi tiruan cekat antara lain, gigi sudah erupsi penuh dimana usia pasien berupa 20-45 tahun, menggantikan hanya beberapa gigi yang hilang (1-2 gigi yang hilang), kondisi tulang rahang (alveolaris) sehat dan baik serta yang paling penting memiliki gigi penyangga (abutment) yang kuat agar dapat menahan tekanan yang diterima oleh gigi pengganti.

Contoh penggunaan gigi tiruan cekat misalnya pada kasus kehilangan satu gigi yakni geraham besar rahang bawah. Maka gigi tiruan cekat dibuatkan dengam melekatkan gigi secara permanen pada dua gigi tetangganya yakni pada gigi bagian depan dan belakang dari gigi geraham yang hilang tersebut.

 

 

Gigi Tiruan Sebagian Lepasan

Gigi tiruan sebagian lepasan adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih gigi -tetapi tidak semua gigi asli- yang hilang dari satu atau kedua rahang yang gigi tersebut dapat dipasang dan dilepas secara langsung oleh pasien.

Gigi tiruan sebagian lepasan mendapat dukungan penyangga dari gigi asli yang masih ada, jaringan lunak (mukosa) mulut, atau dukungan kombinasi dari mukosa dan gigi. Kondisi seseorang yang dapat menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan yakni kondisi hilang satu gigi atau lebih (tapi tidak semua gigi) serta memiliki gigi pegangan yang sehat dan kuat.

Secara umum kondisi seseorang yang dapat dirawat dengan gigi tiruan cekat dapat pula dirawat dengan gigi tiruan sebagian lepasan. Akan tetapi, kondisi seseorang yang dapat dirawat dengan gigi tiruan sebagian lepasan belum tentu dapat dirawat dengan gigi tiruan cekat.

 

Gigi Tiruan Lengkap

Gigi tiruan lengkap adalah gigi tiruan yang dibuat untuk mengganti semua gigi asli beserta jaringan pendukung gigi yang hilang. Hal ini tentu saja digunakan oleh seseorang yang sudah kehilangan semua giginya atau seseorang yang masih mempunyai sedikit gigi tapi tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai penyangga bagi gigi tiruan sebagian lepasan.

Kondisi seperti ini biasanya ditemui pada seseorang dengan usia lanjut. Tujuan pembuatan gigi tiruan lengkap sangat penting untuk merehabilitasi seluruh gigi yang hilang sehingga dapat memperbaiki atau mengembalikan fungsi bicara, pengunyahan, dan estetis.

 

Tiga jenis gigi tiruan sebagaimana yang dijelaskan di atas pada teknis pembuatannya memiliki pembagian jenis yang lebih spesifik lagi tergantung fungsi, kebutuhan, serta keadaan pasien. Selain itu, terdapat pula peran teknologi pada pengembangan aplikasi dari masing-masing jenis gigi tiruan tersebut. Misalnya di zaman sekarang sudah dikenalkan salah satu jenis gigi tiruan yang cekat yakni gigi tiruan implan.

Gigi tiruan implan merupakan gigi yang ditanam langsung ke dalam tulang rahang seseorang sehingga benar-benar tampak dan berfungsi seperti gigi asli. Hal tersebut akan meningkatkan kenyamanan seseorang yang menggunakannya, meskipun disisi lain membutuhkan biaya yang berkali lipat lebih banyak dibanding jenis yang biasa.

Dari beberapa penjelasan diatas pada dasarnya proses pemilihan gigi tiruan yang terbaik untuk digunakan seseorang tentu membutuhkan komunikasi yang baik antara seseorang tersebut dengan dokter gigi. Sebagai pasien seseorang dalam hal ini menyatakan keinginannya terkait gigi tiruan yang seperti apa yang diinginkan, disisi lain dokter memadukan analisa subjektif dan objektif berdasarkan kondisi gigi yang hilang di dalam mulut serta kondisi kesehatan umum pasien untuk memberikan rekomendasi perawatan gigi tiruan yang terbaik pada kondisi tersebut.

 

Sumber :

Gunadi, H.A., 1995, Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan , jilid 1, Hipocrates, Jakarta

Itjingningsih, 1996, Gigi Tiruan Lengkap Lepas, EGC, Jakarta       

Martanto, P., 1985, Teori dan Praktek Ilmu Mahkota dan Jembatan, edisi 2, Penerbit Alumni, Bandung.

 

Veneer Gigi Murah untuk Pengobatan dan Solusi Senyum Indah

Veneer Gigi Murah untuk Pengobatan dan Solusi Senyum Indah

Veneer gigi adalah prosedur kecantikan dari kedokteran gigi untuk membantu meningkatkan warna, bentuk, dan posisi gigi serta memperbaiki gigi yang gompal. Veneer gigi terbuat dari lapisan tipis porselen yang dipasang untuk menutupi permukaan depan gigi.

Veneer biasanya digunakan untuk memperbaiki gigi yang berubah warna, patah, rusak, tidak sejajar, tidak rata, tidak teratur bentuknya, atau yang memiliki celah. Ada dua jenis veneer, yaitu yang terbuat dari porselen atau bahan komposit resin. Veneer porselen lebih tahan lama, tidak mudah berubah warna, dan lebih mirip gigi asli dibanding veneer resin yang lebih tipis.

 

PROSEDUR VENEER

Biasanya dibutuhkan tiga kali kunjungan ke dokter gigi untuk memasang veneer gigi, yaitu sekali untuk konsultasi dan dua kali untuk membuat dan memasangkan veneer. Prosedur pemasangan veneer gigi antara lain:

  • Dokter gigi akan memeriksa apakah gigi terdapat
  • Enamel atau lapisan terluar gigi akan dikikis sedikit (sekira 0,5 millimeter) untuk mempersiapkan tempat bagi veneer. Tindakan ini berguna untuk mencegah veneer tampak menonjol atau terasa besar.
  • Waktu persiapan tergantung pada seberapa parah kerusakan gigi.
  • Menggunakan bahan yang mirip seperti dempul, dokter gigi membuat cetakan mulut Anda agar veneer dapat dibuat sesuai bentuk dan ukuran gigi Anda di laboratorium. Biasanya dibutuhkan waktu 1-2 minggu untuk membuatnya.
  • Dokter gigi menempelkan veneer pada kunjungan Anda berikutnya.
  • Dokter gigi mungkin akan meminta Anda kembali dalam beberapa minggu kemudian untuk memeriksa keadaan gusi dan penempatan veneer.

 

KEKURANGAN VENEER

Walaupun membuat gigi terlihat putih, bersih, dan rapi, veneer gigi juga memiliki kekurangan seperti:

  • Harga yang mahal.
  • Tidak bisa diperbaiki apabila rusak.
  • Gigi mungkin menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas atau dingin, hal ini disebabkan karena enamel gigi telah dikikis.
  • Warna gigi yang ditempel veneer tidak sama dengan warna gigi lain.
  • Veneer gigi bisa copot apabila Anda memiliki kebiasaan suka menggigit kuku atau mengunyah pensil, es, atau benda keras lainnya.
  • Veneer gigi tidak cocok bagi Anda yang giginya tidak sehat (gigi rusak, gusi sakit, gigi membusuk, ada fraktur gigi, atau ada tambalan gigi besar), jumlah enamel pada permukan gigi tidak cukup memadai, atau suka mengertakkan gigi.
  • Dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda gigi seperti kopi, teh, atau anggur merah.
  • Gigi ber-veneer masih dapat mengalami pembusukan.
Proses Pemutihan Gigi dengan Cara Bleaching Gigi

Proses Pemutihan Gigi dengan Cara Bleaching Gigi

Akibat makanan dan minuman yang dikonsumsi gigi bisa mengalami perubahan warna. Gigi bisa berubah menjadi kuning sehingga menjadi agak gelap. Bagi sebagian orang, perubahan warna ini menjadi suatu masalah tersendiri. Gigi yang tidak nampak putih dapat mengurangi rasa percaya diri di hadapan orang lain. Oleh sebab itu, banyak orang yang giginya nampak berwarna kuning kemudian melakukan bleaching gigi.
Bleaching gigi ini, merupakan salah satu alternatif yang dilakukan sebagai cara memutihkan gigi serta membersihkannya dan membuat warnanya kembali menjadi putih dan cerah. Meskipun dapat membuat warna gigi menjadi putih dan cerah, penggunaan bleaching gigi bukan tanpa resiko dan efek samping. Selain itu harga perawatan yang cukup mahal harus dipertimbangkan juga sebelum memilih bleaching gigi sebagai cara untuh memutihkan gigi. Untuk itu simak beberapa informasi terkait dengan bleaching gigi berikut ini:
 
PENGERTIAN
Bleaching adalah semacam teknik untuk melakukan pemutihan. Bila bleaching dilakukan pada gigi atau disebut bleaching gigi, maka artinya adalah proses atau teknik untuk melakukan pemutihan pada gigi. Proses bleaching dilakukan dengan menggunakan bahan tertentu agar warna gigi menjadi lebih putih dan cerah. Pemutihan ini dilakukan pada bagian email gigi dan dilakukan dengan memberi hidrogen peroksida sebagai bahan kimia untuk memutihkan email gigi.
Proses bleaching biasanya membutuhkan waktu tidak hanya sekali. Melainkan bisa beberapa kali kunjungan ke dokter gigi kecantikan. Hal ini untuk memastikan agar proses bleaching benar-benar dapat menghasilkan warna putih sesuai yang diinginkan. Selain itu untuk mengcontrol efek samping yang sering menyertai proses pem-bleaching-an gigi.

MEKANISME BLEACHING GIGI
Terdapat 2 jenis metode atau prosedur untuk melakukan bleaching pada gigi. Metode atau jenis yang dipilih disesuaikan dengan jenis gigi yang akan di bleaching. Masing-masing metode memiliki ukuran waktu bleaching yang berbeda.

  • Bleaching intra korona ( bleaching yang dilakukan pada gigi non vital)

Bleaching jenis ini dilakukan pada gigi yang berubah warna namun tidak pada keseluruhan gigi yang bersifat global. Perubahan warna karena kerusakan gigi seperti gigi yang mati akibat patah, proses karies gigi, kematian jaringan pulpa, diselesaikan dengan metode ini.
Untuk melakukan bleaching jenis ini, pertama-tama gigi yang sudah rusak dilakukan perawatan terlebih dahulu. Khususnya perawatan pada saluran akar (perawatan endodontik). Selanjutnya bahan bleaching yakni superoksol (hidrogen peroksida 30-35%) dan sodium perborat akan dimasukkan ke dalam mahkota gigi. Kemudian mahkota akan ditambal sementara. Dibutuhkan beberapa kali perawatan untuk mendapatkan warna gigi putih kembali.

  • Bleaching pada gigi vital (gigi yang masih hidup)

Ini merupakan jenis bleaching yang biasa dilakukan pada gigi normal. Untuk bleaching pada gigi vital ini masih terbagi lagi menjadi 2 bentuk.

  1. At Home Bleaching

Metode at home bleaching dilakukan sendiri di rumah. Umumnya menggunakan tray, point-on atau strip. Namun yang paling memberikan hasil sesuai keinginan adalah yang menggunakan tray, sehingga tray lebih banyak dipilih untuk metode jenis ini.
Untuk melakukannya pertama-tama dilakukan pencetakan tray untuk menyesuaikan dengan bentuk gigi dan rahang pasien. Warna gigi pasien akan dicatat untuk mengcontrol perubahan warna nantinya selama proses bleaching berlangsung. Penggunaan tray dimaksudkan agar bahan bleaching bisa terfokus hanya mengenai gigi saja tanpa mengenai jaringan lunak seperti gusi dan sekitarnya).
Apabila tray sudah tercetak maka penggunaan dan perawatannya tinggal memasang bahan bleaching pada tray, kemudian tray ini tinggal dipasang di gigi. Waktu perawatan sekitar 2-8 jam per hari tergantung dari bahan bleaching yang digunakan. Keseluruhan waktu total yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil gigi putih biasanya bervariasi. Namun rata-rata bisa mencapi sekitar 2 minggu. Pasien hanya harus rutin mengganti bahan bleaching pada tray setiap harinya, dan mengcontrol proses perubahan warna giginya tiap hari.

  1. In Office Bleaching

In office bleaching untuk perawatannya ditangani langsung oleh dokter. Metode ini paling cocok bila menginginkan hasil yang cepat. Namun secara biaya lebih mahal. Untuk melakukannya digunakan bahan hidrogen peroksida 35% yang biasa dibantu dengan penyinaran atau dengan bantuan sinar laser.
Jenis hidrogen peroksida ini lebih aktif dan efektif daripada bahan karbamid peroksida yang biasa digunakan untuk jenis in home bleaching. Namun penggunaannya harus ditangani langsung oleh dokter gigi karena sensitifitasnya bisa menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.
Adanya bantuan penyinaran atau laser membuat proses oksidasi menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu proses penyelesaian bleaching dengan cara ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dalam perawatannya. Sehingga hasil bleaching gigi bisa dirasakan secara langsung.